Aku mengabaikanmu…
Bukan berarti aku tak mencintaimu
Aku menghindarimu…
Bukan aku berusaha melupakanmu
Sebenarnya aku teramat mencintaimu
Aku rindu dipelukmu
Saat kucurahkan air mataku
Tenggelam didalam tiangisanku
Maafkanlah aku…
Ternyata aku tenang didekatmu
Ternyata aku bahagia menghadapmu
Sehingga membuatku tersadar
Tiada cinta sejati di dunia ini
Selain cintamu.
Bukan berarti aku tak mencintaimu
Aku menghindarimu…
Bukan aku berusaha melupakanmu
Sebenarnya aku teramat mencintaimu
Aku rindu dipelukmu
Saat kucurahkan air mataku
Tenggelam didalam tiangisanku
Maafkanlah aku…
Ternyata aku tenang didekatmu
Ternyata aku bahagia menghadapmu
Sehingga membuatku tersadar
Tiada cinta sejati di dunia ini
Selain cintamu.
Namun kini ku sadar
Aku hanya sebagian dari untaian benang masa lalumu
Aku yang mungkin tak berarti lagi buatmu
Aku
pun akan pergi melangkah mengangkat kakiku
Meninggalkan engkau yang telah membisu
Yang aku buta rasa juga hatiku
Ketenangan yang ku rasa ataukah bimbang menderu
Kesenangan yang ku dapat ataukah tampak sedihku
Yang terus dan terus tak berlalu
Biarlah… ku pergi menjauh
Membawa sisa yakinku
Kelak ku temukan asaku
Yang terselip di balik dedaunan
Pepohonan ditepi jalan
Hanya kata terimakasihku untukmu yang terselip dibalik kerinduanku
Bahagialah dirimu dengan dunia barumu
Meninggalkan engkau yang telah membisu
Yang aku buta rasa juga hatiku
Ketenangan yang ku rasa ataukah bimbang menderu
Kesenangan yang ku dapat ataukah tampak sedihku
Yang terus dan terus tak berlalu
Biarlah… ku pergi menjauh
Membawa sisa yakinku
Kelak ku temukan asaku
Yang terselip di balik dedaunan
Pepohonan ditepi jalan
Hanya kata terimakasihku untukmu yang terselip dibalik kerinduanku
Bahagialah dirimu dengan dunia barumu

















